
Asmudjo J.Irianto adalah seniman, kurator, dan dosen di Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). Pengalaman kuratorialnya dimulai sejak pertengahan 1990-an. Ia pernah menjadi anggota Tim Kurator Galeri Nasional Indonesia (1999–2002).
Sebagai kurator independen, ia telah mengkurasi berbagai pameran penting, termasuk Jogjakarta Biennale VI (1999), pameran internasional “Under Construction: New Dimensions of Asian Art” Japan Foundation, Tokyo, Jepang (2000), CP Open Biennale (2003 dan 2005). Sejak 2009, ia menginisiasi dan mengkuratori Jakarta Contemporary Ceramic Biennale (JCCB), serta dipercaya sebagai Kurator Paviliun Indonesia pada Venice Biennale (2019), Venesia, Italia. Asmudjo juga menjabat sebagai direktur artistik dan kurator ARTSUB (2024 dan 2025) di Surabaya.
Sebagai seniman, Asmudjo aktif berpameran di tingkat nasional termasuk ARTJOG, Biennale Yogya, dan berbagai pameran di tingkat internasional. Ia juga telah mengadakan delapan pameran tunggal, dengan pameran terakhir “Tubuh-Tubuh Antroposen” di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung (2024). Asmudjo juga kerap dipercaya sebagai juri berbagai kompetisi seni rupa di Indonesia.
Asmudjo J.Irianto is an artist, curator, and lecturer in the Fine Arts at the Bandung Institute of Technology (ITB). His curatorial practice began in the mid-1990s. He previously served as a member of the Curatorial Team of the National Gallery of Indonesia (1999–2002).
As an independent curator, he has curated numerous significant exhibitions, including Jogjakarta Biennale VI (1999), the international exhibition Under Construction: New Dimensions of Asian Art at the Japan Foundation, Tokyo, Japan (2000), and CP Open Biennale (2003 and 2005). Since 2009, he has initiated and curated the Jakarta Contemporary Ceramic Biennale (JCCB), and was appointed Curator of the Indonesian Pavilion at the Venice Biennale (2019), Venice, Italy. He also served as Artistic Director and Curator of ARTSUB (2024 and 2025) in Surabaya.
As an artist, Asmudjo has actively exhibited nationally, including at ARTJOG and Biennale Yogya, as well as in various international exhibitions. He has held eight solo exhibitions, most recently Bodies of the Anthropocene at Selasar Sunaryo Art Space, Bandung (2024). Asmudjo has frequently invited to serve as a jury member for various art competitions in Indonesia.